Selasa, 23 Mei 2017

UD. Akar Dewa Jati Terpilih Sebagai Juara 1 Dalam BRI UMKM Awards

MALANG KOTA – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) punya cara untuk merangsang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terus berkembang. Salah satunya lewat pemberian reward dalam agenda BRI UMKM Awards di halaman luar Stadion Gajayana kemarin (20/5).
Pemberian penghargaan dibagi atas empat kategori. Yakni start up, ritel, mikro, dan teras usaha mahasiswa. Setiap pemenang dari masing-masing kategori itu mendapatkan uang pembinaan hingga puluhan juta rupiah dari BRI.
Adapun pelaku UMKM yang meraih juara I yaitu: Kepepet (kategori start up), Tenun Kediri Medali Emas (ritel), UD Akar Dewa Jati (mikro), dan Keripik Talas Karisma (teras usaha mahasiswa).
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Braman Setyo menaruh apresiasi kepada BRI yang sudah memberikan reward kepada pelaku UMKM. ”Inilah kepedulian untuk pelaku usaha. Berikan motivasi kepada UMKM sekaligus menunjukkan bahwa BRI punya komitmen yang kuat dalam hal akses pembiayaan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Braman juga memuji program Parade UMKM yang digelar BRI di halaman luar Stadion Gajayana, sejak Jumat lalu (19/5). ”Harapannya, yang seperti ini terus berlangsung hingga akhir tahun. Ini sinergi bagus untuk mendorong usaha mereka agar makin besar,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, Parade UMKM bakal memasuki hari terakhir di hari ini (21/5). Selain pameran yang menampilkan produk-produk dari 120 pelaku usaha, Parade UMKM juga diisi sejumlah pelatihan.
Di antaranya mulai pukul 10.00, ada pelatihan membatik yang digelar Batik Celaket. Acara itu berlanjut dengan gelaran fashion show batik.

(Sumber: Radar Kota Malang - http://www.radarmalang.id/bri-beri-penghargaan-pelaku-umkm/ )

Senin, 27 Maret 2017

Kunjungan Keluarga Besar Civitas Akademika MAN 3 Malang ke UD. Akar Dewa

Keluarga Besar Civitas Akademika MAN 3 Malang Berkunjung ke tempat produksi UD. Akar Dewa. Para siswa dan guru MAN 3 Malang ini berkunjung untuk mengetahui proses produksi kerajinan dari bahan mentah sampai finishing. Mereka berkeliling ke rumah produksi kami, dari proses pemotongan dan pembentukan di gudang sampai ke showroom untuk melihat hasil yang telah melalui proses finishing. Mereka berkunjung untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan-kerajinan antik kami..



Memang semua harus bisa bersinergi dg baik, lembaga pendidikan, industri kreatif, ataupun stakeholder lain seperti pemerintah daerah, aparat keamanan, BLK, dst.
Terima kasih teman-teman dari MAN 3 Malang yg sudah berkunjung ke rumah kami di desa. Industri rumah kami Akar Dewa Jati juga masih belajar dan terus berusaha berkontribusi semaksimal mungkin untuk masyarakat sekitar dan berusaha menghasilkan karya terbaik untuk pasar domestik maupun mancanegara..


Semoga bermanfaat...

Senin, 19 Januari 2015

Kalender Gratis Full 12 Bulan UD. Akar Dewa

Bagi anda yang belum memiliki tanggalan Tahun 2015, silahkan download gratis tanggalan kami,
Semoga Bermanfaat dan Semoga di Tahun 2015 ini Senantiasa Membawa Kejayaan serta Keberkahan Bisnis Anda..


Sabtu, 20 September 2014

Akar Dewa hadir sebagai Official Exhibitor di Java Furniture Fair 2014

Pagelaran akbar produk furniture dan kerajinan nasional masih menjadi salah satu daya tarik utama “buyers” mancanegara saat melakukan kunjungannya ke Indonesia (http://www.javafurniturefair.com/).

Kali ini pagelaran tersebut dihelat di Gedung Grand City Kota Surabaya yang diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur pada tangga l3-17 Agustus 2014.

UD. Akar Dewa hadir sebagai exhibitor dan menjadi satu-satunya duta dari disperindag Kab. Situbondo di ajang tersebut. Akar Dewa menempati stan nomor27 dan hadir dengan produk-produk akar jati unggulannya seperti kursi dan meja box, kursi bar, aneka tempat buah, dan lain-lain.

Diluar perkiraan stok barang, produk-produk tersebut mendapat respon positif yang luar biasa dari para pengunjung. Dalam dua hari saja, stok di stan sudah terjual habis, dan mau-tidak mau harus menambah stok barang lagi yang harus diangkut dari Situbondo menuju Surabaya untuk menyempurnakan rangkaian acara yang masih tersisa 3 hari lagi. Sampai selesai acara, tidak ada satu barang pun yang tersisa dan kembali ke gudang UD. Akar Dewa.

Begitulah produk, jika produk yang kita inginkan mempunyai daya saing tinggi dan respon yang positif dari pembeli/buyers, maka diperlukan upaya pengembangan design, kualitas dan optimalisasi jaringan pemasaran untuk bisa eksis serta berkembang, baik di pasar domestik maupun global. (http://www.javafurniturefair.com/)

Kamis, 30 Agustus 2012

Liputan Detik.com: Akar Kayu Jati Disulap Jadi Perabotan Cantik

Situbondo - Perabotan rumah lumrahnya menggunakan bahan dari papan kayu. Namun, tidak demikian dengan yang dikembangkan Homaedi. Pria 38 tahun itu mampu menjadikan akar kayu jati menjadi aneka perabotan rumah yang cantik.

Limbah kayu itulah yang disulap menjadi lemari, meja, kursi, vas bunga, rak buah, asbak, dan perabotan lainnya. Hasil kerajinan Homaedi yang dirintis sejak tahun 1998 itu, kini sudah mampu menembus pasaran benua Amerika dan Eropa, seperti Kanada, Prancis, dan Italia.

Selain itu, wisatawan asal Asia, seperti Jepang, juga banyak yang tertarik mengoleksi hasil kerajinan Homaedi.

"Awalnya saya memasarkan sendiri di Bali. Sasaran saya wisatawan mancanegara. Butuh waktu sekitar 2 tahun untuk bisa menembus pasar luar (internasional, red)," kata Homaedi saat ditemui di rumahnya, di Jalan Raya Desa/Kendit, Situbondo, Selasa (27/12/2011).

Suami Inani Zakia (34) tidak pernah menyangka usahanya akan berkembang pesat. Sebab, usaha tersebut berawal dari ketidaksengajaan. Homaedi menyayangkan banyaknya limbah kayu jati yang tidak dimanfaatkan para pengusaha meubel di Situbondo. Dari situlah, terbersit dibenak Homaedi untuk mengolah limbah kayu jati tersebut jadi kerajinan cantik.

"Modal awal saya hanya Rp 600 ribu. Itupun hasil pinjam dari teman. Sekarang alhamdulillah, omset usaha ini bisa mencapai Rp 100 juta per bulan. Saya juga sudah menggunakan pekerja sebanyak 21 orang, serta 30 perkeja musiman," sambung pria berperawakan kurus itu.

Selain dari Situbondo, bahan baku akar jati diperoleh dari wilayah Ngawi dan Bojonegoro. Cukup mudah untuk mendapatkan bahan baku tersebut. Karena hingga kini masih sedikit pengrajin akar kayu jati. Limbah kayu itu kemudian diolahnya hingga menjadi aneka perabot rumah tangga.

"Harganya bervariasi dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah per unit. Misalnya satu unit bufet. Saya jual seharga Rp 1,5 juta, tetapi rekanan biasanya menjualnya lagi ke turis seharga Rp 4 juta per unit," tukasnya.

(fat/fat)

Sumber: http://surabaya.detik.com/read/2011/12/27/072806/1800016/475/akar-kayu-jati-disulap-jadi-perabotan-cantik