Senin, 19 Januari 2015

Kalender Gratis Full 12 Bulan UD. Akar Dewa

Bagi anda yang belum memiliki tanggalan Tahun 2015, silahkan download gratis tanggalan kami,
Semoga Bermanfaat dan Semoga di Tahun 2015 ini Senantiasa Membawa Kejayaan serta Keberkahan Bisnis Anda..


Sabtu, 20 September 2014

Akar Dewa hadir sebagai Official Exhibitor di Java Furniture Fair 2014

Pagelaran akbar produk furniture dan kerajinan nasional masih menjadi salah satu daya tarik utama “buyers” mancanegara saat melakukan kunjungannya ke Indonesia (http://www.javafurniturefair.com/).

Kali ini pagelaran tersebut dihelat di Gedung Grand City Kota Surabaya yang diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur pada tangga l3-17 Agustus 2014.

UD. Akar Dewa hadir sebagai exhibitor dan menjadi satu-satunya duta dari disperindag Kab. Situbondo di ajang tersebut. Akar Dewa menempati stan nomor27 dan hadir dengan produk-produk akar jati unggulannya seperti kursi dan meja box, kursi bar, aneka tempat buah, dan lain-lain.

Diluar perkiraan stok barang, produk-produk tersebut mendapat respon positif yang luar biasa dari para pengunjung. Dalam dua hari saja, stok di stan sudah terjual habis, dan mau-tidak mau harus menambah stok barang lagi yang harus diangkut dari Situbondo menuju Surabaya untuk menyempurnakan rangkaian acara yang masih tersisa 3 hari lagi. Sampai selesai acara, tidak ada satu barang pun yang tersisa dan kembali ke gudang UD. Akar Dewa.

Begitulah produk, jika produk yang kita inginkan mempunyai daya saing tinggi dan respon yang positif dari pembeli/buyers, maka diperlukan upaya pengembangan design, kualitas dan optimalisasi jaringan pemasaran untuk bisa eksis serta berkembang, baik di pasar domestik maupun global. (http://www.javafurniturefair.com/)

Kamis, 30 Agustus 2012

Liputan Detik.com: Akar Kayu Jati Disulap Jadi Perabotan Cantik

Situbondo - Perabotan rumah lumrahnya menggunakan bahan dari papan kayu. Namun, tidak demikian dengan yang dikembangkan Homaedi. Pria 38 tahun itu mampu menjadikan akar kayu jati menjadi aneka perabotan rumah yang cantik.

Limbah kayu itulah yang disulap menjadi lemari, meja, kursi, vas bunga, rak buah, asbak, dan perabotan lainnya. Hasil kerajinan Homaedi yang dirintis sejak tahun 1998 itu, kini sudah mampu menembus pasaran benua Amerika dan Eropa, seperti Kanada, Prancis, dan Italia.

Selain itu, wisatawan asal Asia, seperti Jepang, juga banyak yang tertarik mengoleksi hasil kerajinan Homaedi.

"Awalnya saya memasarkan sendiri di Bali. Sasaran saya wisatawan mancanegara. Butuh waktu sekitar 2 tahun untuk bisa menembus pasar luar (internasional, red)," kata Homaedi saat ditemui di rumahnya, di Jalan Raya Desa/Kendit, Situbondo, Selasa (27/12/2011).

Suami Inani Zakia (34) tidak pernah menyangka usahanya akan berkembang pesat. Sebab, usaha tersebut berawal dari ketidaksengajaan. Homaedi menyayangkan banyaknya limbah kayu jati yang tidak dimanfaatkan para pengusaha meubel di Situbondo. Dari situlah, terbersit dibenak Homaedi untuk mengolah limbah kayu jati tersebut jadi kerajinan cantik.

"Modal awal saya hanya Rp 600 ribu. Itupun hasil pinjam dari teman. Sekarang alhamdulillah, omset usaha ini bisa mencapai Rp 100 juta per bulan. Saya juga sudah menggunakan pekerja sebanyak 21 orang, serta 30 perkeja musiman," sambung pria berperawakan kurus itu.

Selain dari Situbondo, bahan baku akar jati diperoleh dari wilayah Ngawi dan Bojonegoro. Cukup mudah untuk mendapatkan bahan baku tersebut. Karena hingga kini masih sedikit pengrajin akar kayu jati. Limbah kayu itu kemudian diolahnya hingga menjadi aneka perabot rumah tangga.

"Harganya bervariasi dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah per unit. Misalnya satu unit bufet. Saya jual seharga Rp 1,5 juta, tetapi rekanan biasanya menjualnya lagi ke turis seharga Rp 4 juta per unit," tukasnya.

(fat/fat)

Sumber: http://surabaya.detik.com/read/2011/12/27/072806/1800016/475/akar-kayu-jati-disulap-jadi-perabotan-cantik

Liputan Harian Surya: Rejeki Limbah Kayu Tak Pernah Lapuk


Dengan mengandalkan kreativitas yang dimiliki, menurut Homaidi (38), warga desa Bugemen, Kecamatan Kendit ini, ternyata kayu pohon asam bisa menghasilkan produk kerajinan yang tidak kalah bagus dengan hasil kerajinan dari bahan baku limbah kayu jati.
Sebenarnya, diakui Homaidi, untuk mendapatkan bahan baku pengganti kayu jati ini juga tidak mudah. Karena ia harus mencari hingga keluar Kabupaten Situbondo.
“Saya sempat mencari-cari, akhirnya kayu pohon asam ini kami datangkan dari Pulau Madura. Sekarang lebih enak karena bahan baku kerajinan ini sudah langsung diantar sampai rumah,” ujar Homaidi, saat ditemui di rumahnya, pekan lalu.
Berbekal modal sebesar Rp 600.000, pria dua anak ini pun nekat merintis usaha kerajinan limbah kayu pada 1997 silam. “Saat itu semua pengerjaan masih menggunakan peralatan tradisional dan berjalan hingga dua tahun. Tetapi, meski memakai peralatan tradisional, hasil kerajinannya tidak kalah bagus dan indah dibanding produk yang dihasilkan menggunakan tenaga mesin,” jelasnya.
Produk yang dihasilkan dan banyak diminati antara lain, mangkok buah, vas bunga, produk peralatan rumahtangga dan meja lesehan. Harga produk kerajinan yang dipatok Homaidi bervariasi, tergantung motif dan ukurannya. Misalnya, untuk mangkok buah ukuran besar, ia berani jual Rp 70.000-85.000 per buah, sedang mangkok bintang dan tempat air mineral ditawarkan Rp 40.000.
Berkat keuletan dan kesabarannya, Homaidi yang mempekerjakan 28 karyawan itu, kini memasok secara rutin hasil kerajinannya di beberapa kota besar. “Semua produk yang saya buat diantaranya memenuhi pesanan dari Jogjakarta dan Bali,” tutur pria yang merekrut tenaga kerja dari warga sekitar dan mendatangkan pekerja dari luar kabupaten. Dalam sepekan, omzet penjualan hasil kerajinan dari kedua kota itu mencapai Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.
Seiring berjalannya waktu dan gencarnya permintaan, Homaidi mengaku terpaksa menanggalkan peralatan tradisional dan beralih menggunakan peralatan mesin. Selain efeketif dan cepat, penggunaan peralatan modern ini diharapkan mampu memenuhi target hasil produsksinya.
“Kalau masih pakai alat tradisonal, jelas tidak mampu. Apalagai pesanan mencapai ribuan buah per bulan,” tukas Homaidi, yang berharap ada perhatian serius dari Pemkab Situbondo terhadap perajin limbah kayu.

(Liputan koran Surya kolom "Usaha Kreatif UMK Jawa Timur" pada tgl.27 Maret 2011)

Liputan Antara News di Halaman Ekonomi & Bisnis

AKAR JATI. Homaedy (33) memperlihatkan tempat buah kerajinannya yang terbuat dari akar kayu jati di UD. Akar Dewa, Kendit, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (17/4). Berbagai macam kerajinan dari akar kayu jati seperti tempat buah, kursi, meja dijual mulai Rp.45.000 - Rp.4 juta/buah dan di ekspor ke negara Italia, Jepang serta Korea. FOTO ANTARA/Seno S./ed/pd/11.

(Sumber: http://www.antarafoto.com/bisnis/v1303022717/kerajinan-akar-jati)